29.8 C
Kudus
1 June 2022
spot_img

Pemkab Jepara Dorong Peningkatan Produktivitas Kopi Cecumandak

Jepara, Kudusnews.id – Kabupaten Jepara memiliki potensi pengembangan tanaman kopi yang cukup besar. Kondisi wilayah lereng pegunungan sangat cocok untuk tanaman biji kopi. Seperti halnya di wilayah Cepogo, Bucu, Sumanding, dan Dudakawu (Cecumandak), memiliki potensi produktifitas kopi eksport.

Hal ini disampaikan Bupati Jepara Dian Kristiandi, saat peringatan Hari Kopi Nasional Tahun 2022, di Obyek Wisata Air Terjun Songgo Langit, Desa Bucu Kecamatan Kembang, belum lama ini. Hadir mendampingi Asisten I Sekda Jepara Dwi Riyanto, Kepala Disparbud Zamroni Lestiaza, Kepala Disperindag Eriza Rudi Yulianto, Kepala Diskop, UKM Nakertrans Samiadji, dan Kepala Diskominfo Jepara Arif Darmawan.

Baca juga : Meriahnya Festival Kupat Lepet di Jepara

“Selama ini wilayah Cecumandak cukup dibanggakan sebagai wilayah penghasil kopi di Jepara. Tetapi jika dilihat lebih detail angkanya masih relatif kecil sehingga perlu terus didorong agar produktifitasnya meningkat,” kata Andi.

Total lahan kopi di Cecumandak sekitar 2 ribu hektare. Lahan ini dikelola oleh kelompok tani bekerjasama dengan Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) dan Perhutani. Tetapi produksinya masih minim yakni sekitar seribu ton tiap tahunnya.

“Selama ini memang dibanggakan sebagai wilayah penghasil kopi, tetapi sebenarnya hasilnya belum cukup untuk bisa dibanggakan,” imbuh Andi.

Ada beberapa hal yang harus diperbaiki, kata Andi. Pertama, adalah kualitas atau rasa. Agar mendapatkan rasa yang berkualitas, para petani harus memanen dengan cara yang benar. Selain itu proses penanaman juga haru benar.

“Kopi yang dipanen harus yang sudah bijinya merah agar hasil kopinya memiliki kualitas yang baik. Jangan sampai karena terdesak kebutuhan, kopi di panen saat masih hijau,” harap Andi.

Kedua, Andi meminta agar para petani di wilayah Cecumandak meningkatkan kuantitas produk kopinya. Sehingga dapat memenuhi kebutuhan pasar eksport.

“Harganya saat ini masih Rp22 ribu per kilogram. Harapan ke depan bisa lebih baik lagi tentu harus diimbangi dengan kualitas,” kata dia.

Ketiga, mampu mengembangkan berbagai macam produk olahan kopi. Tentu saja dengan pengemasan dan pemasaran yang lebih baik.

“Tadi saya melihat ada getuk goreng kopi, rasanya enak. Bisa terus dikembangkan inovasinya,” kata Andi.

Bupati juga mengapresiasi semangat para pihak di wilayah itu untuk mengembangkan komoditas kopi ini. Jika saat ini harganya masih rendah, harapannya ke depan bisa lebih baik lagi.

Andi juga meminta segera dibentuk semacam koperasi petani kopi. Selain sebagai wadah komunikasi, koperasi juga berperan untuk menampung serta menstabilkan harga kopi. Dirinya juga meminta jajaran perangkat daerah memfasilitasi pengembangan kopi di wilayah ini.

“Semuanya harus fokus dan bersinergi untuk mengembangkan kopi ini. Termasuk meningkatkan teknologi pengolahannya,” jelas dia.

Petinggi Bucu Mustaqim mengatakan, melalui momentum hari kopi nasional, wilayah yang tergabung dalam Cecumandak ingin mewujudkan Jepara menjadi sentra kopi berkelas dunia. Tentu saja dengan dukungan berbagai pihak. (Sumber Pemkab Jepara)

Related Articles

- Advertisement -spot_img