24.9 C
Kudus
20 May 2022
spot_img

Salah Satu Kisah Pedagang Pasar Brambang, Mengaku Selamat Akibat Makan

Demak, Kudusnews.id – Salah satu pedagang buah di Pasar Brambang, mengaku selamat dari panasnya api yang membakar ratusan kios akibat makanan yang disantapnya pada malam hari Rabu (19/01/2022).

Sosok yang mengenalkan diri sebagai Bu Jon Buah (Jon adalah nama sang suami) itu, mengaku berada di pasar selama 24 jam bahkan juga tidur di sana. Biasanya pada waktu bertepatan dengan kejadian kebakaran, dirinya sudah tertidur lelap.

“Karena makan sate, tidak boleh tidur dulu. Biasanya saya itu tidur di dalam. Misalkan tadi malam saya tidak makan, ya sudah saya terpanggang,” ungkapnya pada tim Jatengnews.id Kamis (20/01/2022) di lokasi kebakaran.

Ia mengaku hanya ada dirinya dan salah satu pedagang lain di sebelahnya yang selama 24 jam berada di pasar. Ia juga mengaku menjadi salah satu yang pertama kali mengetahui kebakaran ini.

“Begitu mengintip dan di sana (sumber kebakaran) membara, aku langsung berlari ke rumah pemilik toko meminta pertolongan,” ujarnya.

Kendati demikian, ia mengaku tidak sempat menyelamatkan dagangan buah miliknya. Apalagi, kebakaran terjadi di tengah malam dan kondisi juga hujan sehingga jalanan sepi.

Lebih lanjut Bu Jon bercerita bahwa dirinya mengabari beberapa orang yang akhirnya membuat musala di dekat pasar mengumumkan terjadinya kebakaran.

“Saya sampai berhenti di tengah jalan meminta tolong siapa saja intinya meminta tolong pengendara mengabari kantor polisi, pemadam kebakaran, dan kecamatan,” ceritanya.

Dirinya bercerita bahwa hanya dalam waktu satu jam si jago merah hampir menghanguskan seluruh kios yang ada. Bahkan hingga subuh hari, menurutnya api masih belum padam sepenuhnya.

Belum habis cerita sampai di sana, meski ada sebagian buah-buahan miliknya yang terselamatkan dari api karena tertimpa runtuhan asbes, ternyata masih ada orang yang tega mengambil dagangannya.

“Tadi ada tukang becak mengambil buah, dikiranya saya yang menyuruh, padahal bukan,” ungkapnya.

“Kok ya tegel(tega),” imbuhnya.

Bu Jon mengaku barang dagangannya memang sebagian besar terbakar. Beruntungnya, stok memang sedang menipis dan malam itu suaminya berniat mengisi dagangannya kembali.

Dirinya menuturkan masih belum ada informasi akankah pedagang direlokasi atau diberikan bantuan.

Pihaknya mengharapkan bantuan bisa diberikan kepada pedagang yang tidak bisa berjualan akibat modal serta lapaknya yang habis dimakan api.

“Harapannya tetap ada bantuan. Perkiraannya kan pedagang (yang terdampak kebakaran) 200 orang,” ujarnya.

Jika ada kemungkinan pemindahan sementara bagi para pedagang, Bu Jon mengaku akan mematuhi solusi yang diberikan.

“Kalau ada kemungkinan dipindah kita manut(menurut). Tapi kalau direlokasi, ndang cepet. Jadi kita tidak kelaparan terlalu lama,” katanya.

“‘Sawahnya (pedagang) kan di sini,” pungkasnya. (Devan-03)

Related Articles

- Advertisement -spot_img