26.3 C
Kudus
21 January 2022
spot_img

Kartini Kendeng Tagih Janji Pemerintah

Jakarta, Kudusnews.id – Menyampaikan kondisi di lapangan dimana banyak terjadi bencana seperti ketersediaan air yang mulai berkurang, Kartini Kendeng keliling Jakarta menyurati Kementerian ESDM via Dirjen Mineral Batubara, Selasa, (11/1/2021).

Salah satu perwakilan Kartini Kendeng, Sukinah menyampaikan, petani di sekitaran pertambangan yang berada di Kecamatan Gunem dan Sale merasakan betul bagaimana pasokan air berkurang dari sebelum adanya pertambangan dan sesudahnya. Berdasarkan data dari BPS Rembang disampaikan jika ada kenaikan bencana kekeringan dari tahun 2013 hingga tahun 2020.

“Akibatnya kegagalan panen terancam semakin naik dari tahun ke tahun. Akibat lain adalah pasokan terhadap air bersih juga semakin minim bukan hanya di sekitar tambang namun juga semakin jauh hingga Rembang kota,” jelasnya.

Menurut Kartini Kendeng, bencana ini bukan tanpa ada hubungannya dengan kegiatan pertambangan di Pegunungan Kendeng. Gunung karst ini menyimpan sumber-sumber air yang sampai saat ini dikonsumsi masyarakat Rembang.

Hasil uji lacak jaringan hidrologi yang dilakukan oleh Tim Penyusun AMDAL PT. Semen Indonesia di Watuputih, menunjukkan adanya kaitan antara wilayah IUP Batugamping dengan mata air sumber Brubulan yang berjarak 4 kilometer di sebelah tenggara yang tercatat dalam dokumen AMDAL PTSI.

“Dalam dokumen tersebut dituliskan bahwa larutan perunut yang dituangkan ke dalam titik bor 3 terdeteksi di Sumber Brubulan (100 liter/detik) setelah 3.5 hari (82 jam), dituliskan permeabilitas mencapai 1 kilometer/hari hanya memungkinkan terjadi pada akuifer konduit (saluran). Saluran air bawah tanah dengan panjang sedikitnya 4 kilometer dan debit 100 liter/detik telah secara jelas ditunjukkan keberadaannya di Cat Watuputih,” paparnya.

BACA JUGA:  Teror ISIS di Luar Bandara Kabul Tewaskan 60 Orang, Belasan Tentara AS Jadi Korban
BACA JUGA:  Masa PPKM Level 4, Hartopo Bagikan Sembako kepada PKL

Juga dikuatkan didalam dokumen KLHS Pegunungan Kendeng yang menyampaikan dengan jelas tentang adanya kawasan resapan di IUP PT Semen Indonesia. Namun, hingga kini Badan Geologi yang pada waktu itu memilih untuk melakukan penelitian ulang di CAT Watuputih guna membuktikan daerah resapan tersebut, tak kunjung melaporkan hasilnya kepada publik.

Maka melalui momen pidato Jokowi untuk mencabut ribuan izin pertambangan ini, Kartini Kendeng juga menagih janji-janji Pemerintah terkait rekomendasi KLHS. Hasil penelitian di Kendeng dan komitmennya untuk memperbaiki tata kelola sumber daya alam agar terjadi pemerataan ekonomi, transparansi dan keadilan untuk mengoreksi adanya ketimpangan sosial, ketidakadilan dan kerusakan alam. (Nizar-03)

Related Articles

- Advertisement -spot_img