25.2 C
Kudus
21 January 2022
spot_img

51 Napi Jalani Hukuman di Rumah Karena Dapat Asimilasi

Semarang, Kudusnews.id – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Semarang memulangkan 51 narapidana (napi) yang mendapat asimilasi potongan masa pidana ke rumah masing-masing, Rabu (12/01/2022).

Kepala Lapas Semarang, Supriyanto menjelaskan bahwa ke 51 napi tersebut sudah memenuhi persyaratan administratif dan substantif. Dengan begitu, mereka mereka berhak mendapatkan potongan masa pidana untuk menjalani hukuman di rumah masing-masing.

“Asimilasi dilaksanakan agar tidak ada penularan Coronavirus disease di dalam lapas. Mengingat, lapas menjadi lokasi yang rentan kemungkinan adanya penularan virus tersebut,” ungkapnya.

Proses pembebasan 51 narapidana tersebut juga sesuai dengan Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Nomor 43 Tahun 2021 tentang Syarat Pemberian Asimilasi, Pembebasan Bersyarat, Cuti Menjelang Bebas, dan Cuti Bersyarat Bagi Narapidana dan Anak untuk Pencegahan dan Penanggulangan Penyebaran Covid-19.

Selama asimilasi di rumah, mereka tidak diperbolehkan berkeluyuran sesuai dengan surat pernyataan yang telah ditandatangani di atas materai.

Supriyanto mengungkapkan bahwa pemberian asimilasi dilihat dari perhitungan 2/3 masa pidananya yaitu jatuh sebelum 30 Juni 2022.

“Syaratnya utamanya yang bukan residivis, tidak dipidana lebih dari satu perkara, bukan kasus narkoba di atas lima tahun, korupsi, terorisme, pembunuhan, perampokan, kesusilaan, kejahatan terhadap keamanan negara, serta kejahatan hak asasi manusia,” tegasnya.

Salah satu napi, Wandi mengungkapkan rasa syukurnya atas kesempatan program asimilasi ini. Ia mengaku hari itu juga dia langsung pulang ke rumah bertemu keluarga.

BACA JUGA:  Pelanggar Lalu Lintas di Karanganyar Alami Penurunan
BACA JUGA:  Ganjar : Jateng Siap Entaskan Kemiskinan Ekstrem

Meski dalam pelaksanaan asimilasi mekanisme yang dilewati harus ketat, Wandi mengaku akan menjalankan kewajibannya selama menjalani hukuman di rumah.

”Saya akan terus menjalankan kewajiban wajib lapor sampai saya dinyatakan bebas murni,” tandasnya.

Lebih lanjut disampaikan bahwa napi yang menjalankan asimilasi di rumah ini akan tetap dipantau oleh petugas Balai Pemasyarakatan.

Sebelum pelaksanaan bebas, puluhan napi tersebut mendapat arahan dari petugas Lapas Semarang. Begitu dinyatakan bebas, mereka langsung melakukan sujud syukur untuk menunjukkan rasa suka citanya kepada Tuhan atas kebebasannya pada hari ini. (Devan-03)

Related Articles

- Advertisement -spot_img