26.3 C
Kudus
21 January 2022
spot_img

Makan Telur Saat Menstruasi Berbahaya Bagi Kesehatan, Mitos atau Fakta?

Jakarta, Kudusnews.id – Telur diketahui punya banyak manfaat bagi kesehatan. Salah satunya yakni sebagai sumber protein.

Sebagai bahan makana, telur kerap diolah dengan ebrbagai cara mulai dari direbus, digoreng, hingga dijadikan campuran bahan lainnya.

Tapi bolehkah telur dimakan saat haid? Dilansir dari Times of India, menstruasi adalah fase sensitif bagi perempuan mana pun karena tubuh mengalami sejumlah perubahan karena fluktuasi hormonal.

Kebanyakan perempuan mengalami kram, sakit punggung, perubahan suasana hati, mual dan kondisi serupa lainnya selama siklus menstruasi mereka.

Dalam situasi seperti itu, disarankan untuk memperhatikan diet , karena makanan tertentu dapat memperburuk kram, sehingga lebih sulit untuk Anda tangani.

Nah, untungnya telur tidak termasuk dalam kategori itu. Artinya mitos bahwa telur tidak boleh dikonsumsi selama menstruasi.

Tahukah Anda bahwa telur adalah gudang vitamin seperti B6, D, dan E, yang semuanya bekerja sama untuk melawan gejala PMS? Telur adalah sumber protein yang kaya dan akan membuat perut Anda kenyang dengan memberikan rasa kenyang lebih lama.

Telur adalah sumber fosfor dan kalsium yang baik yang membantu menjaga tulang tetap kuat. Kehadiran seng dalam telur memperkuat sistem kekebalan tubuh. Satu butir telur mengandung sekitar 125,5 miligram kolin yang sangat penting untuk kesehatan otak dan jantung Anda.

BACA JUGA:  Buka Perayaan Virtual Hari Batik Nasional 2021, Taj Yasin

Telur juga dapat meningkatkan kadar kolesterol baik atau HDL Anda. Adalah mitos bahwa telur meningkatkan kolesterol jahat. Jika dikonsumsi dalam jumlah sedang, konsumsi telur secara teratur justru dapat menurunkan risiko stroke dan penyakit jantung.

BACA JUGA:  Bupati Karanganyar Soroti Persyaratan CPNS Harus Swab Test

Telur juga dapat membantu mengurangi risiko kanker payudara. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa perempuan yang mengonsumsi setidaknya enam telur setiap minggu memiliki penurunan risiko kanker payudara sebesar 44 persen dibandingkan perempuan yang makan lebih sedikit telur. (Suara.com)

Related Articles

- Advertisement -spot_img