25.2 C
Kudus
21 January 2022
spot_img

Petani Demak Tingkatkan Hasil Komoditas Bawang Merah Dengan Solar Dryer Dome

Demak, Kudusnews.id – Sebagai upaya mempercepat pengeringan, Petani bawang merah di Desa Tempel Kecamatan Wedung Kabupaten Demak menggunakan Solar Dryer Dome.

Adapun, fungsi dari alat tersebut bisa memangkas waktu pengeringan sehingga meningkatkan komoditas bawang merah.

“Iya, alat tersebut bantuan dari Pemerintah Provinsi (Jateng). Alat tersebut kalau warga sini nyebutnya pemenan (pengering). Kalau mengeringkan hasil panen bawang merah secara manual bisa sampai 4-7 hari. Itu kalau tidak hujan. Kalau pakai Solar Dryer Dome ini bisa dengan hanya sekitar 3 hari,” jelas Kepala Desa Tempel, Luthfi Maula di Demak, Jumat (20/8/2021).

“Dengan memangkas waktu pengeringan secara signifikan, dan hasilnya cukup maksimal, sehingga bisa memenuhi permintaan pasar,” sambung Luthfi.

Solar Dryer Dome di Desa Tempel, Kecamatan Wedung (dok Dinpertan Demak)
Solar Dryer Dome di Desa Tempel, Kecamatan Wedung (dok Dinpertan Demak)

Luthfi menjelaskan, bentuk alat tersebut seperti kubah berukuran 6 x 10 meter. Ia mengatakan tempat pengering tersebut mampu menampung mengeringkan bawang merah sekitar 2 ton.

“Kapasitasnya sekitar 2 ton. Tempat tersebut digunakan Kelompok Tani Sabar, namun saya juga pernah melihat digunakan warga di luar kelompok tani. Bagi saya tak apa, asal sedang tidak digunakan,” ujar Luthfi.

Luthfi menambahkan, dengan adanya alat tersebut petani juga tidak khawatir saat hujan tiba. Selain itu, menurutnya hasil yang diperoleh lebih bagus, yaitu warna bawang merah lebih terlihat cerah.

Ia mengatakan, 80 persen petani di wilayahnya tersebut merupakan petani bawang merah, sementara 20 persennya lainnya petani padi. Ia menambahkan terdapat sekitar 8 kelompok tani di Desa Tempel.

BACA JUGA:  Lantik Pejabat Fungsional, Ganjar : Inovatif dan Respon Cepat Perubahan Pasca Pandemi
BACA JUGA:  Pupuk Bersubsidi Grobogan Cukup Hingga Akhir Tahun

Luthfi mengatakan, lahan sawah di Desa Tempel seluas 60, 09 hektare, sementara luasan lahan bawang merah sekitar 174, 38 hektare. Empat kelompok tani yakni Sari, Langgeng, Sidomakmur, Dwi Karya 100 persen menanam bawang merah.

“Satu petani bawang merah paling luas sekitar 1,5 hektare, sementara petani yang lain di tempat, lahan-lahan kecil,” terangnya. (Adv/Sai-03)

Related Articles

- Advertisement -spot_img