26.5 C
Kudus
23 February 2024
spot_img

Sebut Covid-19 Akan Lama di Indonesia, Menkes Budi Siapkan Strategi Ini

Jakarta, Kudusnews.id – Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan bahwa coronavirus Covid-19 kemungkinan akan bertahan lama di Indonesia. Oleh sebab itu, sesuai arahan Presiden Joko Widodo pula, diperlukan strategi khusus untuk menghadapi kondisi tersebut.

“Arahan Bapak Presiden, kita harus memiliki roadmap bagaimana ke depannya kalau memang virus ini membutuhkan waktu tahunan untuk hilang. Bagaimana protokol kesehatan yang kita miliki bisa menjaga kita untuk tetap hidup normal menjalankan aktivitas ekonomi,” kata Menkes Budi dalam konferensi pers virtual, Senin (9/8/2021).

Pemanfaatan digital dan teknologi masih akan menjadi strategi, terutama dalam pelaksanaan di enam aktivitas utama masyarakat. Menkes Budi memaparkan, enam aktivitas utama itu adalah perdagangan baik di pasar tradisional maupun mal atau departemen store, kantor dan kawasan Industri, transportasi, tempat pariwisata, hotel, restoran atau event, keagamaan, dan terakhir pendidikan.

“Arahan beliau agar dipastikan bahwa protokol kesehatan yang nantinya akan mendampingi kehidupan kita ke depan itu benar-benar bisa praktis juga digital atau berbasis teknologi dan mengamankan kehidupan kita sehari-hari. Sudah diputuskan oleh Bapak Presiden, kami akan menggunakan aplikasi pedulilindungi sebagai dasar,” paparnya.

Sebagai tahap awal, pemerintah memutuskan mulai melakukan protokol khusus tersebut di sektor perdagangan. Mulai pekan depan, pemerintah akan mulai mewajibkan adanya syarat kepemilikan kartu vaksin bagi setiap orang yang akan memasuki beberapa mal.

Aturan tersebut baru dilakukan secara bertahap, utamanya di pulau Jawa. Hal serupa juga telah dilakukan pada sektor transportasi udara.

Selain protokol kesehatan, Menkes Budi diminta Presiden Jokowi untuk menggalakkan pelaksanaan testing dan tracing Covid-19. Diakuinya bahwa kedua hal tersebut masih menjadi kelemahan Indonesia dalam penanganan Covid-19.

Meski diakui masih lemah, menurut Menkes Budi, pelaksanaan testing Covid-19 di Indonesia sudah mengalami peningkatan cukup tinggi dibandingkan Mei lalu.

“Sebelum lebaran masih kisaran puluhan ribu, sekarang jumlah spesimen sudah di atas 200 ribu. Sehingga jumlah orang yang kita periksa 150 ribu, itu kenaikan yang luar biasa. Tapi kami berpikir harus lebih ditingkatkan, terutama dengan kondisi positivity rate, di angka 300-400 ribuan (testing),” ucapnya.

Strategi peningkatan protokol kesehatan didukung dengan digital untuk sektor aktivitas sehari-hari juga peningkatan testing dan tracing yang lebih agresif, dirasa Menkes Budi bisa menjadi alat untuk segera menyeimbangkan kehidupan ekonomi dan kesehatan masyarakat terhadap paparan Covid-19. (Suara.com-03)

Related Articles

- Advertisement -spot_img