25.8 C
Kudus
24 February 2024
spot_img

WHO: 1 dari 100 Kematian di Dunia Terjadi Akibat Bunuh Diri

Jakarta, Kudusnews.idOrganisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat jumlah kematian akibat bunuh diri lebih tinggi daripada korban meninggal akibat HIV, malaria, kanker payudara, atau kematian akibat korban perang dan pembunuhan.

Data WHO pada 2019, lebih dari 700.000 orang meninggal dunia karena bunuh diri. Artinya, satu dari 100 kematian disebabkan akibat bunuh diri.

Untu itu WHO mendorong agar setiap negara memiliki panduan terbaru untuk mencegah bunuh diri.

“Kita tidak bisa dan tidak boleh mengabaikan kasus bunuh diri. Setiap kasus bunuh diri adalah tragedi, mencegah bunuh diri adalah hal penting,” ujar Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus dikutip dari situs WHO.

Dikatakan, ancaman bunuh diri dan risiko melakukan tindakan tersebut semakin meningkat sdi masa pandemi Covid-19, karena membuat banyak orang harus berdiam diri di rumah, kehilangan pekerjaan, dan ancaman kesehatan lainnya.

Orang muda usia 15 hingga 29 tahun, jadi kategori umur tertinggi yang melakukan bunuh diri. Bunuh diri juga menjadi penyebab kematian keempat setelah kecelakaan di jalan, TBC, dan tindak kekerasan antar orang.

Bunuh diri juga lebih banyak dilakukan lelaki dibanding perempuan. Jumlahnya 12,6 persen dari 100.000 lelaki bunuh diri, dan 5,4 persen 100.000 perempuan bunuh diri.

Sedangkan untuk perempuan, bunuh diri tertinggi terjadi pada yang berpenghasilan menengah ke bawah yakni 7,1 persen dari 100 ribu orang.

Berdasarkan Benua, tingkat bunuh diri paling banyak di Afrika dengan persentase 11,2 persen dari 100.000 orang.

Benua Eropa 10,5 persen daru 100.000, dan Asia Tenggara 9,0 persen dari 100.000 orang. Sedangkan angka bunuh diri terendah ada di wilayah Mediterania Timur yakni 6,4 persen dari 100.000 orang.

Meski begitu, tingkat bunuh diri turun dalam 20 tahun terakhir sejak 2000 hingga 2019, sebanyak 36 persen.

Meskipun beberapa negara telah menempatkan pencegahan bunuh diri pada agenda mereka, terlalu banyak negara yang tetap tidak berkomitmen. 

Saat ini hanya 38 negara yang diketahui memiliki strategi pencegahan bunuh diri secara nasional.

Percepatan yang signifikan dalam pengurangan bunuh diri diperlukan untuk memenuhi target SDG pengurangan sepertiga dalam tingkat bunuh diri global pada tahun 2030. (Suara.com-03)

Related Articles

- Advertisement -spot_img