26.6 C
Kudus
24 February 2024
spot_img

Waspada, Badai Matahari Bisa Matikan Sinyal Radio di Bumi Minggu Ini !

Jakarta, Kudusnews.idBadai Matahari dapat mematikan sinyal radio dan menyebabkan pemadaman navigasi, kemungkinan sedang menuju ke arah Bumi.

Dikutip dari Suara.com, para ahli telah memperingatkan Matahari bisa menembakkan suar Matahari ke Bumi yang menyebabkan pemadaman radio.

“Kemarin, 22 Mei, bintik matahari AR2824 melepaskan semburan api matahari, tidak seperti yang pernah kita lihat selama bertahun-tahun,” ujar Astronom Tony Phillips dari Space Weather menulis di situsnya.

Menurutnya, Solar Dynamics Observatory NASA merekam 9 flare kelas C dan 2 flare kelas M hanya dalam 24 jam.

Ledakan rapidfire melemparkan banyak CME yang tumpang tindih ke luar angkasa.

Analis NOAA masih mengurai awan untuk menentukan apakah ada yang mungkin menghantam Bumi.

“Sejauh ini, tampaknya tidak ada yang benar-benar diarahkan ke Bumi, tetapi pukulan sekilas mungkin terjadi mulai 26 Mei” kata dia dilansir laman The Sun, Selasa (25/5/2021).

Medan magnet bumi membantu melindungi kita dari konsekuensi yang lebih ekstrim dari jilatan api Matahari.

Suar surya yang lebih lemah akan menimbulkan aurora seperti Cahaya Utara.

Tampilan cahaya alami itu adalah contoh magnetosfer Bumi yang dibombardir oleh angin Matahari, yang menciptakan tampilan hijau dan biru yang cantik.

Namun, Matahari juga dapat memancarkan suar yang disebut ‘coronal mass ejection’ atau CME, yang jauh lebih kuat daripada suar surya kelas M.

Pada 1989, letusan Matahari yang kuat menembakkan begitu banyak partikel bermuatan listrik di Bumi sehingga Provinsi Quebec di Kanada kehilangan daya selama sembilan jam.

Suar Matahari dapat menyebabkan masalah bagi teknologi kita di Bumi, tetapi suar tersebut dapat mematikan bagi astronot jika menyebabkan cedera atau mengganggu komunikasi kendali misi.

Matahari saat ini berada di awal siklus Matahari 11 tahun yang baru, yang biasanya mengalami letusan dan suar yang tumbuh lebih intens dan ekstrem.

Peristiwa ini diperkirakan akan mencapai puncaknya sekitar 2025 dan diharapkan Pengorbit Surya akan mengamati semuanya karena akan terbang dalam jarak 26 juta mil dari Matahari. (03)

Related Articles

- Advertisement -spot_img