25.5 C
Kudus
23 February 2024
spot_img

Cerita Khoirunnisa Mualaf dengan Cita-cita Hafal Al-Qur’an

Semarang, Kudusnews.id – Khoirunnisa mualaf dari Nusa Tenggara Timur (NTT) bercita-cita menjadi penghafal Al-Qur’an (Haafizah) di Panti Asuhan Ar Rodiyah Semarang.

Gadis asal Boti tersebut mulai tertarik dengan Islam ketika dia melihat dan mendengar orang membaca Al-Quran di Masjid dekat rumah bibinya. Saat itu, dia baru menginjak kelas 6 SD.

Akhirnya, ia memantapkan diri terbang ke Kota Semarang untuk belajar agama Islam ke Kota Semarang. Tak tanggung-tanggung, ia berkeinginan kuat untuk menjadi penghafal Al-Qur’an dan bercita-cita menjadi seorang dokter.

“Alhamdulilah sudah 3 tahun menjadi mualaf dan belajar agama Islam. Saya ingin menjadi penghafal Al-Quran. Saat ini baru proses menghafal juz 30,” ucapnya saat ditemui di panti asuhan Ar-Rodiyah, Jumat (14/5/2021).

Ia juga bercita-cita ingin menjadi seorang dokter. Menurutnya, jika kelak ia sukses dan mewujudkan cita-citanya akan kembali ke NTT untuk berdakwah agama Islam di tanah kelahirannya.

Sementara itu, pengasuh Panti Asuhan Ar-Rodiyah Siti Nur Hasanah mengatakan, pihaknya memang memiliki program tahfizul quran. Targetnya dalam enam bulan minimal anak-anak bisa hafal satu juz Al-Qur’an.

Pihak panti memberi perhatian khusus bagi anak asuhnya yang mualaf. Sebab, ia harus belajar dari nol. Pihak panti juga selalu memberikan dukungan untuk mewujudkan cita-cita anak asuh.

Untuk Nisa, sapaan Khoirunnisa, setelah tiga tahun memeluk Islam dan menetap di panti, sekarang sudah bisa membaca Al-Qur’an dan sedang proses menghafal surat-surat pendek.

“Nisa saat ini sudah melangkah di Al-Qur’an. Selain keinginan kuat untuk menjadi penghafal Al-Qur’an, Nisa juga berkeinginan menjadi dokter. Kami selalu mendukung cita-citanya,” ujar Siti.

Ia mengatakan, Nisa yang baru saja lulus dari SMA Muhammadiyah 1 Mrican tersebut kini sedang diupayakan agar bisa mendapatkan pembinaan tes psikotes untuk bekal pendidikan selanjutnya.

Siti menjelaskan, di Panti Asuhan Ar Rodiyah dari 67 anak ada dua orang yang mualaf. Keduanya berasal dari Nusa Tenggara Timur (NTT) dan proses pindah agamanya di panti ini. (Majid-03)

Related Articles

- Advertisement -spot_img