25.2 C
Kudus
21 January 2022
spot_img

Desa Wisata Menari Dengan Tradisi Yang Masih Lestari

Semarang, Kudusnews.id – Desa Menari bukan desa yang ada di cerita horror “KKN di Desa Penari” tapi sebuah desa adat yang masih kental dengan kebudayaannya. Lokasinya berada di Kawasan lereng Gunung Telomoyo yang jauh dari pusat kota.

Dikutip dari laman resmi Pemprov Jateng untuk menuju ke tempat ini, harus mengarahkan kendaraan melalui Jalur Lingkar Salatiga lalu berbelok ke arah Kopeng atau Magelang. Membutuhkan waktu perjalanan sekitar 10 menit atau sekitar 9 KM hingga menemukan papan yang mengarah ke Desa Wisata Menari.

Sesuai namanya, Desa Wisata Menari menawarkan banyak paket yang bisa digunakan untuk menghabiskan waktu liburan. Salah satunya adalah paket wisata kesenian dengan harga berkisar antara 95 ribu sampai 140 ribu rupiah.

Berbagai tari-tarian di sini bisa Anda saksikan mulai dari Tari Warok, Gemukan Bocah, Topeng Ayu,  Werok Kreasi, Kuda Lumping, dan Tari Keprajuritan Kraton atau Tari Eko Prawiro.

Kebanyakan masyarakat yang ada di sini rata-rata memang didominasi oleh pelestari tari tradisional. Jadi tak aneh jika pengunjung yang datang ke tempat ini akan melihat banyak pertunjukan tari yang bisa disaksikan.

Selain itu, pengunjung bisa melakukan aktivitas lain di desa wisata ini seperti membuat anyaman, menjajal aneka mainan tradisional, membuat keripik adas, dan sabun susu.

Hawa di sana sangat sejuk dan asri karena berada di lereng gunung, jauh dari hiruk-pikuk suasana kota yang padat dan berpolusi. Apalagi jika pengunjung memutuskan untuk live in atau ikut tinggal bersama masyarakatnya di homestay yang sudah disediakan.

BACA JUGA:  Hati-Hati, Bahan Kimia pada Mainan Bisa Pengaruhi Perkembangan Otak Anak

Dijamin, pengunjung akan merasakan ketenangan dan kedamaian berbaur dengan masyarakat adat yang masih lestari di era digital seperti sekarang ini.

BACA JUGA:  Tokoh Pewayangan Ikut Meriahkan Perayaan Natal di Jepara

Walau letaknya jauh terpencil, Desa Wisata Menari sangat terkenal hingga manca negara, lho! Banyak turis yang datang ke desa ini untuk belajar menari dan mempelajari aktivitas sehari-hari masyarakatnya.

Berbagai rombongan dari banyak kalangan pun juga ikut datang untuk belajar bersama melestarikan tari-tarian tradisional yang ada di Indonesia, khususnya di Jawa Tengah. Suasana toleransi yang masih terjaga ditambah dengan adat istiadat yang masih terlihat harmonis sangat cocok sebagai destinasi wisata keluarga.

Tersedia juga berbagai spot foto alam dengan pemandangan yang luar biasa dan Instagramable. Jadi, mau beraktivitas apapun di tempat wisata ini semua bisa dilakukan!

Bagi pengunjung yang datang, bisa membawa pulang pengetahuan dan pengalaman baru dibidang seni. Sedangkan untuk buah tangannya, pengunjung bisa membeli produk umkm yang mereka buat sendiri atau sayur-sayuran segar khas pegunungan.

Tak ada salahnya menghabiskan waktu liburan akhir tahun bersama keluarga untuk belajar dan merasakan pengalaman baru di Desa Wisata Menari. Persiapkan pakaian hangat dan berbagai perlengkapan sebelum datang ke desa wisata ini. (Naz-03)

Related Articles

- Advertisement -spot_img